PSIM gagal ke 10 besar By admin Published: November 26, 2008
Print Email
Laskar Mataram PSIM Jogja gagal menembus sepuluh besar klasemen sementara Kompetisi Divisi Utama Liga Esia 2008 wilayah timur, setelah ditaklukkan tuan rumah Persiku Kudus 0-1 (0-0) di Stadion Wergu Wetan, Kudus, kemarin. Satu-satunya gol kemenangan Persiku dicetak Murwanto menit ke-83 setelah memanfaatkan tendangan pojok. Dan lewat gol semata wayangnya, Murwanto mampu membawa Persiku menggeser PSS Sleman di posisi delapan klasemen sementara. “Permainan sebenarnya berjalan imbang. Kami membuat banyak peluang, begitu juga dengan tim lawan. Hanya keberuntungan yang belum berpihak pada kami [PSIM]. Mereka mampu mencuri gol di menit-menit akhir,” ungkap pelatih PSIM, Bambang Kawijiono. Dalam penjelasannya, Bambang menilai permainan Mashadi dkk sudah semakin membaik. Skenario permainan yang diinginkan Bambang kemarin pun diakuinya mampu dijalankan sepenuhnya oleh pemain. Hanya saja, gerimis yang mewarnai pertandingan sore itu membuyarkan konsentrasi kiper PSIM yang sore itu dikawal Oni Kurniawan. Akibat salah antisipasi, bola sudah dikuasai Oni terlepas dan mengarah ke Murwanto. Tanpa ada kesulitan, Murwanto menceploskan bola ke gawang PSIM. “Tidak ada yang perlu disalahkan, secara keseluruhan, permainan dia [Oni] bagus. Kondisi cuaca tadi [kemarin] memang cukup menganggu pandangan kiper, apalagi saat itu kondisi di depan gawang PSIM penuh dengan pemain dari kedua tim,” terang Bambang. Menurut dia, bila tiga penyerang PSIM yang diturunkan bergantian itu mampu menyelesaikan beberapa peluang emasnya, PSIM mampu meraih poin di Kudus. Namun, kekurangtenangan M.Eksan, Santosa, dan Prastowo, membuyarkan harapan gol PSIM. “Kurang tenang dan kurang beruntung. Itu saja. Saya akan memperbaiki mental pemain guna menghadapi pertandingan berikutnya. Bukan hanya penyerang, seluruh pemain akan saya tingkatkan ketenangannya dalam membuat gol,” jelas Bambang. Menurut Gani Nugraha, wing back kiri PSIM, Eksan dan Santosa setidaknya mendapat tiga peluang emas lewat sundulan kepala. Namun, tiga peluang itu masih mampu ditepis kiper Persiku, Johanes Petrus. Meski bisa menerima kekalahannya dari Persiku, Bambang tetap menyoroti kepemimpinan wasit Wardiono dari Surabaya dan dua hakim garis di pertandingan kemarin. Menurut dia, PSIM semestinya mendapat tendangan bebas ataupun penalti bila wasit bersikap adil. “Dalam catatan saya, dua kali Harminanto ditarik dari belakang. Bukan kaosnya yang ditarik, melainkan leher, namun, wasit tidak menganggap itu sebagai sebuah kesalahan. Di luar dua kejadian itu, ada beberapa kejadian yang merugikan PSIM. Yang paling penting, kami akan memperbaiki kelemahan kami yang masih tampak di pertandingan tadi [kemarin], agar bisa meraih hasil maksimal di dua laga terakhir PSIM di putaran pertama ini,” tandas Bambang. |